UPDATE 25 Juni 2026: Flu Singapura di Lubuklinggau Tembus 51 Kasus. Puskesmas Citra Medika Tertinggi 44 Kasus, Anak TK-SD Paling Rentan

GEMOYNEWS - UPDATE KESEHATAN | LUBUKLINGGAU 


Intisari BERITA
  1. Update Kasus Lubuklinggau : Dinkes Kota Lubuklinggau konfirmasi total 51 kasus suspek HFMD/Flu Singapura per Kamis 25 Juni 2026. Naik 2 kasus dari data 23/6/2026 yang sebelumnya 49 kasus. 
  2. Sebaran per Puskesmas : Kadinkes Marlinda Sari merinci: Puskesmas Citra Medika 44 kasus, Puskesmas Perumnas 4 kasus, Puskesmas Sumber Waras 3 kasus. Citra Medika jadi zona tertinggi. 
  3. Klarifikasi Data Provinsi : Data Dinkes Sumsel Minggu ke-23 catat Lubuklinggau 49 kasus. Marlinda jelaskan saat wawancara 23/6/2026 belum dapat update terbaru dari aplikasi. Data 51 kasus adalah update terkini langsung dari sistem pelaporan.
  4. Kelompok Rentan & Penyebab : Anak TK-SD paling rentan. Dinkes Sumsel : virus Coxsackie A16 + Enterovirus 71. Faktor rawan: iklim panas-lembap, kepadatan sekolah, playground/kolam renang, higiene anak dini. 
  5. Langkah Dinkes Lubuklinggau : Marlinda Kadinkes menjelaskan perkuat surveilans, pantau laporan faskes, edukasi masyarakat, koordinasi lintas sektor. Pengawasan pintu masuk wilayah bersama KKP. Puskesmas/RS diminta lapor cepat kasus suspek untuk respons cepat.
GEMOYNEWS.Com
LUBUKLINGGAUDinas Kesehatan Kota Lubuklinggau mengonfirmasi penambahan kasus Flu Singapura atau bahasa medisnya bernama Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Per hari ini Kamis, 25 Juni 2026, total akumulasi kasus di Kota Lubuklinggau mencapai 51 kasus suspek. Angka ini naik 2 kasus dari data 23/6/2026 yang sebelumnya 49 kasus.

Rincian per Puskesmas: Citra Medika 44 Kasus 

Berdasarkan data Dinkes Kota Lubuklinggau yang disampaikan langsung Kadinkes Marlinda Sari ke Gemoynews 
  1. Puskesmas Citra Medika     : 44 kasus
  2. Puskesmas Perumnas.         :   4 kasus 
  3. Puskesmas Sumber Waras  :   3 kasus
Data kasus HFMD Dinkes Kota Lubuklinggau sampai hari ini 25 Juni 2026: Puskesmas Citra Medika 44 kasus, Puskesmas Perumnas 4 kasus, Puskesmas Sumber Waras 3 kasus sehingga total 51 kasus,” jelas Marlinda.

Klarifikasi Data 49 Kasus ke 51 Kasus

Marlinda mengklarifikasi rilis Dinkes Provinsi Sumsel yang mencatat Lubuklinggau 49 kasus per Minggu ke-23 2026.
Terkait data yang dirilis Dinkes Provinsi Sumatera Selatan untuk kasus HFMD sebanyak 49 kasus yang disampaikan pada saat wawancara media TribunSumsel 23 Juni 2026 hari Selasa, benar adanya data tersebut. Hanya saja Kadinkes belum mendapatkan laporan data terupdate yang ditarik dari aplikasinya saat diwawancara,” tegasnya.
Dengan update hari ini, total suspek HFMD se-Sumsel menjadi 525 kasus. Kota Palembang tetap tertinggi 102 kasus.

Langkah Kewaspadaan Dinkes Lubuklinggau

Marlinda merinci 4 langkah utama yang dijalankan:
  1. Penguatan surveilans penyakit menular + pemantauan laporan kasus dari faskes.
  2. Edukasi ke masyarakat tentang gejala & PHBS 
  3. Koordinasi lintas sektor untuk deteksi dini + respons cepat.
  4. Pengawasan pintu masuk wilayah : Koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP, faskes, lintas sektor. Bentuknya pemantauan info kewaspadaan, penguatan surveilans, edukasi pelaku perjalanan, + penelusuran epidemiologi jika ada riwayat perjalanan/kontak erat.
“Puskesmas dan Rumah Sakit diminta meningkatkan kewaspadaan dini dan segera melapor apabila ditemukan kasus yang mengarah ke HFMD sehingga dapat dilakukan respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” ujarnya.

Imbauan Kadinkes ke Orang Tua & Wali Murid
  1. Tetap tenang tapi waspada. Kenali gejala: demam, sariawan/luka rongga mulut, ruam/lenting di telapak tangan dan kaki 
  2. Terapkan PHBS : Cuci tangan pakai sabun, jaga kebersihan mainan/alat anak, batasi kontak dengan anak sakit. 
  3. Segera ke faskes  jika curiga gejala mengarah HFMD. Bawa ke Puskesmas, klinik, atau RS terdekat
Konteks Sumsel: Palembang 102 Kasus Tertinggi

Ira Primadesa, Kabid P2P Dinkes Sumsel, menjelaskan HFMD bukan dari Singapura. Penyebabnya virus Coxsackie A16 dan Enterovirus 71. Kasus musiman, melonjak saat pancaroba dan puncak kemarau karena anak lebih banyak di ruangan ber-AC/indoor.

4 Faktor Sumsel Rawan : iklim panas-lembap, kepadatan anak TK-SD, fasilitas umum seperti playground & kolam renang, serta higiene anak dini.

Gejala Suspek HFMD : Demam >38,5°C <5 hari ditambah ruam bintil kemerahan di tangan, kaki, bokong, lutut/siku, terkadang serta sariawan. Masa inkubasi 3-6 hari.

Tanda bahaya ke IGD : Lemas hebat, kejang, sesak berat, tangan/kaki dingin = risiko ensefalitis/radang otak.

Aturan isolasi : Anak suspek dilarang sekolah/TPA 7-10 hari sampai bintil kering dan suhu tubuh normal. 

Penanganan suportif : parasetamol, obat oles sariawan, cairan cukup, makanan lunak/dingin.

5 Langkah Cegah dari Dinkes Sumsel : CTPS, disinfeksi harian sekolah, isolasi alat pribadi, etika batuk/bersin, jaga imun dengan gizi + jemur pagi.

Update Data 16 Kabupaten/Kota Sumsel s.d 25/6/2026 : 
1. Kota Palembang: 102 kasus 
2. Kabupaten PALI: 75 kasus 
3. Kabupaten Muba: 61 kasus 
4. Kota Prabumulih: 58 kasus 
5. Kabupaten Lahat: 54 kasus 
6. Kabupaten Muara Enim: 54 kasus 
7. Kota Lubuklinggau: 51 kasus
8. Kabupaten OKU: 19 kasus 
9. Kabupaten Musi Rawas: 17 kasus 
10. Kota Pagar Alam: 9 kasus 
11. Kabupaten Banyuasin: 8 kasus 
12. Kabupaten OKU Selatan: 7 kasus 
13. Kabupaten Empat Lawang: 3 kasus 
14. Kabupaten OKU Timur: 3 kasus 
15. Kabupaten Muratara: 3 kasus 
16. Kabupaten OKI: 1 kasus

Gemoynews membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya untuk Dinkes Lubuklinggau, Dinkes Sumsel, Puskesmas Citra Medika, Perumnas, Sumber Waras, Disdik, dan sekolah terdampak.

Catatan Redaksi : Data “suspek” belum diagnosis lab. Diagnosis pasti oleh dokter. Jangan panik, tapi jangan abai. Laporkan ke Puskesmas terdekat jika ada gejala.

#FluSingapura #HFMD #DinkesLubuklinggau #Update25Juni #CitraMedika #KesehatanAnak #Gemoynews