Redaksi, Gemoynews | Editor : DR. Donni P | Reporter : Fry
![]() |
| Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, tangani yang terbaik ungkap tentang ODGJ viral dan meresahkan di Kota Lubuklinggau. Gemoynews, 20 Mei 2026 |
Fakta Singkat Kasus Yuyun :
- Identitas: Yuyun/YY, warga Kelurahan Kayu Ara, Lubuklinggau
- Diagnosa : ODGJ, HIV, TB Paru, positif sabu
- Riwayat : Pernah dirawat 1 minggu di RS Jiwa Bengkulu, kini kabur lagi
- Penanganan : Biaya ditanggung Pemkot Lubuklinggau lewat Dinsos, rujukan ke RS lokal sedang disiapkan
- Kondisi Terkini : Belum ditemukan, diduga masih berkeliaran di Lubuklinggau
GEMOYNEWS.COM
LUBUKLINGGAU, Sumatera Selatan – Gegara videonya viral diduga mencuri HP warga, keberadaan Yuyun, ODGJ asal Kelurahan Kayu Ara, bikin resah warga Lubuklinggau. Tapi di balik kelakuannya, ada fakta mengejutkan: perempuan ini ternyata idap HIV, TB paru, plus positif sabu.
Dinas Sosial Kota Lubuklinggau bergerak cepat. Kadinsos Hasan Andria UY turun langsung tangani kasus ini bareng Dinas Kesehatan.
“Kami sudah tindak lanjuti. Beberapa waktu lalu keluarganya mengajukan permohonan pendampingan untuk bawa Yuyun berobat ke RS Jiwa di Bengkulu,” kata Hasan usai kegiatan BAZNAS, Selasa (19/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan medis, kondisi Yuyun jauh dari kata ringan. Selain gangguan jiwa, dia juga positif HIV, TB paru, dan narkoba jenis sabu. Kombinasi penyakit ini bikin penanganan jadi makin rumit.
Karena statusnya pasien mandiri, Yuyun nggak bisa pakai BPJS. Tapi Pemkot Lubuklinggau lewat Dinsos nggak tinggal diam. Biaya pengobatan ditanggung dulu biar dia tetap dapat perawatan.
Masalahnya, upaya itu belum berhasil penuh. Setelah sekitar seminggu dirawat di RS Jiwa Bengkulu, Yuyun tiba-tiba sudah balik lagi ke Lubuklinggau.
“Ini yang kami sesalkan. Baru satu minggu dirawat, ternyata sudah kembali lagi,” ungkap Hasan, mantan Sekretaris BKPSDM, Disperindag, dan Dinas Pariwisata Lubuklinggau ini.
Saat ini Dinsos bersama Puskesmas setempat lagi cari Yuyun buat dirujuk ke RS di Lubuklinggau yang punya dokter spesialis kejiwaan. Tapi keberadaannya masih misterius, kerap berpindah-pindah.
“Kami menduga perilaku dia saat ini dipengaruhi narkoba. Kami berharap Yuyun segera ditemukan agar bisa dapat rehabilitasi dan penanganan yang tepat,” pungkas Hasan.
Penanganan Kompleks, Butuh Dukungan semua Pihak :
Kasus Yuyun jadi cermin betapa penanganan ODGJ nggak bisa sendiri. Butuh sinergi Dinsos, Dinkes, keluarga, bahkan warga sekitar.
Dinsos Lubuklinggau menegaskan bakal terus pantau dan cari Yuyun. Kalau ada warga yang tahu keberadaannya, diminta segera lapor ke Dinsos atau puskesmas terdekat biar bisa segera ditangani.
Di sisi lain, publik juga diimbau nggak main hakim sendiri. ODGJ dengan kondisi medis berat butuh pengobatan, bukan kekerasan.
