GEMOYNEWS - HUKUM | EKSKLUSIF
GEMOYNEWS.Com
PALEMBANG – Skandal korupsi dana Kredit Usaha Rakyat KUR di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura akhirnya pecah ke permukaan. Seorang mantan pimpinan bank berinisial SF ditangkap Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel tepat saat tiba di Indonesia usai menunaikan ibadah haji, Senin 15/6/2026. Penangkapan di bandara itu menyeret SF langsung ke Rutan Kelas I A Palembang selama 20 hari.
Kasus ini membongkar dugaan "operasi perampokan uang rakyat" terstruktur yang membajak subsidi UMKM periode 2020–2023. Kerugian negara sementara ditaksir Rp3,9 miliar.
Epilog Drama : Dari Tanah Suci ke Sel Rutan
SF, mantan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2022–2024, sudah ditetapkan tersangka sejak 28 April 2026. Saat itu SF belum ditahan karena sedang haji.
Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana dengan tegas : “Kalau sudah pulang, jemput. Kalau masih belum pulang, jemput di bandara agar lebih cepat prosesnya”.
Benar saja, begitu SF mendarat, penyidik langsung mengamankan dan menahannya 20 hari ke depan hingga 4 Juli 2026.
Konspirasi Kerah Putih: Pimpinan Bank + Kontraktor Bayangan
Kejati Sumsel mengungkap ini bukan kerja satu orang. Ada 3 tersangka total :
- KS - Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2021–2022
- SF - Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2022–2024
- FS - Kontraktor bayangan/pengguna dana KUR.
Kasi Penkum Kejati Sumsel Iwan Setiadi menyebut KS dan SF diduga memerintahkan pejabat internal bank - mulai penyelia kredit, penyelia legal, analis kredit, analis risiko, sampai account officer - untuk memanipulasi kelayakan usaha debitur milik FS. Integritas profesi "dipaksa melacur" demi meloloskan berkas.
Modus : 16 Debitur Fiktif, Dana UMKM Lari ke Proyek Oligarki
Metodenya sistemik + rapi. FS diduga mengerahkan 16 debitur boneka/nominee untuk ajukan KUR palsu.
Padahal KUR 2020–2023 itu jaring pengaman UMKM miskin yang terkena dampak pandemi. Tapi dana miliaran rupiah justru dilarikan buat danai proyek-proyek raksasa milik oligarki lokal. Akibatnya, ratusan pedagang kecil dan pelaku UMKM di akar rumput kehilangan hak akses modal.
Pemeriksaan Maraton + Jeratan Pasal Berat
Gedung Kejati Sumsel mencekam. Penyidik sudah periksa 41 orang saksi kunci. Jaksa kini mengejar jalur pencucian uang dan memburu aset tersembunyi. Potensi tersangka baru dari jajaran Pemerintahan tinggi juga dibidik.
Para tersangka dijerat :
- Pasal 603 KUHP juncto UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana,
- Pasal 18 UU 31/1999 jo UU 20/2001 tentang Tipikor, dan
- Pasal 20 UU 1/2023 KUHP.
- Subsider Pasal 604 UU 1/2023. Ancaman hukuman : pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun + denda miliaran.
Catatan Redaksi
Ini bukan kasus KUR BSB pertama. Sebelumnya pernah terbongkar skandal KUR Mikro BSB KCP Semendo Muara Enim yang rugikan negara Rp12,21 miliar dengan 7 tersangka.
Modus Operandinya mirip : Pimpinan Bank + perantara kredit mainkan data fiktif.
Gemoynews membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Bank Sumsel Babel, KS, FS, dan pihak terkait untuk klarifikasi. Kasus Martapura ini jadi pengingat bahwa KUR itu uang rakyat miskin. Kalau dibajak elite, yang hancur ekonomi bawah.
#KorupsiKUR #BankSumselBabel #KejatiSumsel #Martapura #OKUTimur #SF #UMKM #DanaSubsidi #Palembang
