Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinsos, Hasan Andria : Kami Gerak Cepat, Lindungi Adit, 'Utamakan Kemanusiaan'

 Fry... 

Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau
Hasan Andria UY, S.H., M.M.

Gemoynews.com 
Lubuklinggau, Sumatera Selatan - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berinisial A, yang dititipkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau di Rumah Asa Silampari, mendadak viral di media sosial. 

Publik dibuat geram setelah beredar video dan foto yang memperlihatkan tubuh korban dipenuhi luka lebam hampir di seluruh bagian badan.

Dugaan kuat, kekerasan tersebut dilakukan oleh 2 oknum pekerja di Rumah Asa Silampari. Peristiwa ini langsung menuai sorotan luas dan memicu desakan agar kasus tersebut diusut secara transparan.

Dalam video dan foto yang beredar, korban terlihat mengalami luka lebam, hampir seluruh bagian tubuhnya.

Foto luka lebam di punggung Adit

GERAK CEPAT PEMERINTAH KOTA LUBUKLINGGAU, MELALUI DINAS SOSIAL :
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Lubuklinggau, melalui Dinsos Kota Lubuk Linggau bergerak cepat menindaklanjuti kasus Adit, anak dibawah umur yang diduga dianiaya dua oknum konselor di Yayasan Rumah Asa Silampari. 

Kepala Dinsos, Hasan Andria UY, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Lubuk Linggau untuk memastikan langkah apa yang bisa ditempuh.

  • "Kami ingin memastikan apakah Dinsos bisa membuat laporan atas apa yang dilakukan oknum konselor ini. Perbuatan ini sangat tidak terpuji dan tidak dibenarkan," tegas Hasan. 

Dinsos Kota Lubuklinggau berencana akan menjemput orangtua Adit di Kabupaten Muara Jambi untuk diupayakan bisa hadir ke Lubuklinggau dan melakukan tindak lanjut permasalahan Adit. 
  • "Kami akan lakukan koordinasi ke Polres LubukLinggau apapun nanti yang akan dilakukan , Pihak Dinas Sosial Kota Lubuklinggau tidak akan menghalangi atau intervensi, hanya menengahi untuk Kemanusiaan", tegas Hasan.

Yayasan Rumah Asa Silampari juga telah menyatakan kooperatif dan bertanggung jawab dalam menyikapi persoalan ini.


PENJELASAN PIHAK DINAS SOSIAL LUBUKLINGGAU, HASAN ANDRIA : 

"Hancur hati saya melihat kondisi Adit dengan semua memar di badan," tambah Hasan.

  • Adit yang memiliki bakat mengaji yang bagus, namun sebelum kejadian ini, Dinas Sosial Kota Lubuklinggau melalui Hasan Andria menyampaikan sudah beberapa kali pernah menerima Adit, penyerahan pengamanan dari Pihak Pol.PP karena terjaring razia. Adit selama ini pernah dibina di Dinas Sosial lalu dijemput oleh ibu kandungnya dibawa pulang ke muara jambi dan berapa waktu kemudian terjaring kembali penertiban Sat Pol PP namun karena keterbatasan fasilitas maka dilakukan pembinaan ke Rumah Asa Silampari.', ungkap Hasan Kadinsos Kota Lubuklinggau.
Dijelaskan Pihak Dinsos Hasan Andria : Adit selama di Rumah Asa sudah sering dikunjungi Pihak Dinsos Kota Lubuklinggau untuk menyampaikan masalah pemulangan  ke tempat asal namun Adit menolak untuk diantarkan ke orangtuanya karena merasa nyaman di Rumah Asa Silampari. Bahkan, pihak Rumah Asa Silampari telah merencanakan untuk menyekolahkan Adit, namun rencana itu gagal karena kejadian ini'.
  • "Adit saat ini telah menjalani pemeriksaan psikolog di RSUD Siti Aisyah, dan hasilnya menunjukkan bahwa Adit perlu berada di bawah pengawasan UPT PPA, ujar Hasan Andria. 
Saat ini, Adit kembali berada di bawah pengawasan Dinsos dan ditempatkan bersama Soleh, seorang yang dianggap sebagai kakaknya.

  • "Kami akan terus memantau dan mengawasi Adit untuk memastikan keselamatannya, Sungguh kejadian ini, di luar harapan kami, selaku Pemerintah..' tegas Hasan. 

Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali dan ada Keadilan untuk Adit, dan ada efek jera bagi oknum petugas di Rumah Asa Silampari. (#JUARA)

#Pemkotlubuklinggau #lubuklinggau #dinsos #hasanandria #adit #korban #ppa #Juara