Fry....
- KPK OTT 3 daerah serentak, 25 orang tertangkap di 3 lokasi: Banten-Jakarta, Bekasi, HSU Kalsel, kurun waktu 2 hari 17-19 Desember 2025.
- Tangkap Oknum Jaksa, Kepala Daerah, dan Pengacara.
- OTT Banten : 9 orang termasuk Jaksa Reddy Zulkarnain dan 2 Pengacara.
- OTT HSU, Kalsel : 6 orang, termasuk 3 Jaksa Struktural (Kajari HSU dan Kasi Intel HSU).
- OTT Bekasi : 10 orang termasuk Bupati Bekasi Ade Kuswara dan ayahnya, Haji Kunang.
- Suap dan pemerasan jadi alasan.
- Rp 900 juta disita, ruang kerja disegel di Banten-Jakarta.
- Status hukum ditentukan 1x24 jam.
LUBUKLINGGAU, Sumatera Selatan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan 3 (tiga) Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam waktu yang hampir bersamaan di Banten-Jakarta, Kabupaten Bekasi, dan Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
KPK menegaskan, tidak ada intensi atau operasi khusus di balik rangkaian OTT tersebut, melainkan murni karena peristiwa transaksi korupsi terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, OTT dilakukan berdasarkan peristiwa tertangkap tangan yang terjadi di lapangan.
- "Tentu ini tidak ada alasan atau inisiatif khusus dari KPK, tetapi memang peristiwa tertangkap tangan ini terjadi hampir berbarengan di waktu yang hampir sama ini," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).
Dalam dua hari terakhir, KPK tercatat melakukan tiga kegiatan OTT dan mengamankan 25 (dua puluh lima) orang, termasuk sejumlah oknum jaksa yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.
- OTT di Banten-Jakarta:
KPK mengamankan 9 (sembilan) orang, termasuk oknum jaksa yang diduga bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, terkait dengan pemerasan atau penerimaan suap dalam pengurusan perkara warga negara asing asal Korea Selatan. KPK menyita uang tunai Rp 900 juta. Pihak yang diamankan antara lain Jaksa Reddy Zulkarnain, 2 pengacara (salah satunya Didik Feriyanto), dan 6 orang swasta (salah satunya Maria Siska selaku ahli bahasa).
- OTT di HSU, Kalimantan Selatan :
KPK mengamankan 6 (enam) orang, termasuk diantaranya 3 orang Jaksa Struktural yaitu kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU dan kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) HSU, Provinsi Kalsel, terkait dengan pemerasan oleh oknum Jaksa.
- OTT di Kabupaten Bekasi:
KPK mengamankan 10 (sepuluh) orang, termasuk Bupati Bekasi Ade Kuswara dan ayahnya, Haji Kunang (Kepala Desa Sukadami), terkait dengan pemerasan dan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
KPK telah melakukan penyegelan di sejumlah lokasi, di antaranya ruang kerja bupati Bekasi di kompleks Pemkab Cikarang serta kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi. KPK akan menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 1×24 jam.
Jubir KPK ungkap Prihatin atas kejadian ini atas maraknya praktik korupsi :
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Lembaga Antirasuah prihatin karena hal tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi masih banyak terjadi di lapangan.
- "Dari tiga kegiatan tertangkap tangan ini, pihak-pihak yang diduga terlibat dari Penyelenggara Negara ataupun dari Aparat Penegak Hukum, yaitu pihak-pihak yang diberikan amanah, diberikan kewenangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
#OTT #KPK #KPKRI #MerahPutih #Antirasuah #Kejagung #Kejaksaanri #Banten #KejatiBanten #Pengacara #DidikFeriyanto #Maria_Siska #ReddyZulkarnain #Jaksa #HSU #Kajari_Hsu #Kasi_intel_Hsu #Kalsel #Bekasi #Bupati #Bupati_Bekasi #Ade #Kades #Sukadami #HajiKunang #Desember #Korupsi #Gratifikasi #Suap




