Fry
![]() |
| Endipat Wijaya, Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi Partai Gerindra (2024-2029) Video kontraversial soal membandingkan Bantuan Volunteer dan Bantuan Pemerintah |
Intinya guys....
- Endipat Sindir Bantuan Warga untuk Sumatera dengan narasi : 'Sok Paling Aceh'
- Endipat juga membandingkan Bantuan Volunteer dari Aktivis Ferry dengan Bantuan Pemerintah
- Prof. Gun Gun angkat bicara soal pernyataan Endipat yang tidak 'Apple to Apple'
- Endipat gagal logika
GemoyNews.com
Senayan, Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, menyinggung donasi warga untuk korban bencana Sumatera yang viral di media sosial. Endipat menilai seharusnya bantuan Pemerintah yang besar juga diketahui oleh masyarakat.
Endipat Sindir Bantuan Warga untuk Sumatera :
Endipat juga menyindir Relawan Ferry Irwandi yang datang ke lokasi bencana dan kemudian viral.
- "Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal," ujarnya.
Endipat membandingkan Bantuan Volunteer dengan Bantuan Pemerintah :
Endipat menekankan bahwa Kementerian harus mengamplifikasi informasi soal bantuan dari Pemerintah ke daerah bencana, sehingga tidak kalah viral dibandingkan dengan bantuan warga.
- Orang per orang cuma menyumbang Rp 10 miliar, Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu," ucap Endipat dalam rapat.
- "Seharusnya, bantuan Negara yang lebih besar dari donasi warga bisa lebih viral di media sosial," tambahnya.
Dia ketika itu membahas donasi untuk tiga Provinsi terdampak bencana banjir bandang, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pernyataan itu dalam Rapat Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Digital pada Senin, 8 Desember 2025.
Prof. Gun Gun angkat bicara soal pernyataan Endipat yang tidak 'Apple to Apple' :
Pakar Komunikasi Politik, Prof. Gun Gun Heryanto menanggapi pernyataan oknum Dewan Endipat, yang membandingkan bantuan dari volunteer Ferry Irwandi dan Bantuan Pemerintah tidaklah 'apple to apple'.
-
Volunteer bisa lakukan bantuan Parsial yang mengumpulkan Dana 10 Milyar itu sudah besar sekali, jika Pemerintah bisa memberikan Bantuan Trilyunan, itu Pendapatan dari Pajak.
Pejabat selevel Menteri itu yang perlu kebijakan, bukan Bantuan bersifat Parsial. Negara sebagai Pemerintah punya tanggungjawab secara institusional melindungi warga negara, sehingga pernyataan tersebut,
- "Gagal dari sisi logika", Sentil Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
#EndipatWijaya #GunHeryanto #gerindra #dprri Komisi1
