GEMOYNEWS COM
Koalisi masyarakat sipil Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa) melaporkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan ini dipicu oleh munculnya kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa di beberapa daerah setelah mengonsumsi menu dari program tersebut.
Baranusa menemukan indikasi penggelembungan harga bahan baku di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), penggunaan bahan berkualitas rendah, serta dugaan praktik monopoli pemasok yang mengabaikan petani dan peternak lokal.
Mengingat anggaran jumbo sebesar Rp335 triliun untuk tahun 2026, penyimpangan kualitas dan kuantitas makanan (seperti metode distribusi yang dirapel) dikhawatirkan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar.
Pihak pelapor meminta Polri proaktif menyelidiki koordinasi nasional program ini agar pelaksanaannya tetap akuntabel dan tidak menjadi ajang korupsi.
”Kami melaporkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, terkait dugaan praktik mark-up anggaran di sejumlah daerah yang berpotensi berdampak pada kualitas makanan hingga menyebabkan kasus keracunan pada anak-anak." — Adi Kurniawan (Ketua Baranusa)
#gemoynews #badangizinasionalri #dadanhindayana
